do it

I am always doing that which I can not do, in order that I may learn how to do it (Pablo Picasso)

Wednesday, April 4, 2012

cerpen oh cerpen ke-6

Ironis
Oleh: Talitha Ayu

“gue suka sama… hmm” Aline terdiam sejenak dan menarik nafas, sementara Dina yang sedari tadi menunggu pengakuan Aline menunjukan raut muka yang sangat penasaran.
“siapa?” Tanya Dina pelan
“Dio” Jawab Aline ragu. Dina yang setelah mendengar kata kata itu kaget dan tak tau perasaan apa yang menghinggapi hatinya saat ini. Sahabatnya sendiri menyukai mantan pacarnya. Ya walaupun Dina sekarang sudah bersama orang lain, tetapi di hati kecilnya ia masih merasa nyaman jika berada di dekat Dio. “Tapi please banget Din jangan kasih tau siapa siapa yaa!” tambah Aline lagi
“iya iya gampang” jawab Dina meyakinkan.
Tanpa banyak fikir Aline langsung memeluk sahabatnya itu, beribu terima kasih Aline ungkapkan kepada Dina karna telah menjaga rahasianya dan mau membantunya lebih dekat dengan Dio, dalam hati Aline berharap semoga Dio menyukainya.
***
Beberapa hari setelah itu semua terasa begitu indah bagi Aline, yap! Berkat Dina ia sekarang lebih dekat dengan Dio. Mereka sering mengobrol, bercanda, dan ,melakukan hal bersama-sama. Ini semua karna kesaman hobby antara Aline dan Dio, mereka sama-sama menyukai melukis. Dan tak jarang juga mereka mengikuti lomba tingkat daerah yang pastinya bergengsi. Dan karna lomba-lomba itulah mereka bisa kenal dan sampai sekarang bisa dekat seperti ini.
“Din! Gue pengen deh dianter pulang sama Dio, tapi mungkin gak sih?” Tanya Aline pada Dina yang sibuk memasukan buku-bukunya kedalam tas.
“hmm.. mungkin aja kok, mau gue bilangin sama Dio?” Tanya Dina balik
“Tapi alesannya apa dong? Gamau ah dikira cewek genit!”
“bilang aja lo gak ada yang jemput pulang” jawab Dina. Sebenarnya ia sangat berat membantu teman dekatnya ini, bagaimana tidak, ia harus merelakan melihat orang yang masih dia sayang berdekatan dengan orang lain, rasa cemburu itu coba ditepis Dina dengan cepat, Ia masih ingat dengan Rico, Pacar Dina sekarang yang lebih lebih dari Dio.
“gitu yaa, yaudah bilangin Dio Din! Ya ya ya?”
“siip deeh!” jawab Dina berat.
***
Semakin hari-hari itu berlalu, semakin besar rasa sayang Aline pada Dio dan sepertinya Dio pun mulai menyukai Aline, Tapi semakin mereka dekat, semakin perih juga hati Dina, walaupun ia tau ia salah jika ia cemburu pada sahabatnya itu. Dahulu Dina pernah meninggalkan Dio demi mengejar Rico, tetapi mengapa setelah ia mendapatkan Rico, ia malah balik menyukai Dio? Jahat memang, tapi semua itu karna perasaan cinta yang tak bisa dicegah kapan datang dan kapan pergi, ironis.  
Saat ini Aline dan teman-temannya yang lain sedang asik mengobrol dibelakang kelas, tetapi Dina tidak ikut mengobrol dan hanya duduk di tempat duduknya. Tanpa Aline sadari Dio datang ke kelasnya dan Dina. Dio seperti mencari seseorang, ia menengok ke semua arah di ruang keas itu. Aline masih tertawa mengobrol dengan teman-temannya yang lain, dan hal yang tak pernah disangka adalah Dio berjalan mendekati Dina dan duduk disebelahnya. Mereka kemudian mengobrol asik. Di saat itu juga Aline berbaik menengok kearah Dina dan…… mendapati Dio ada disebelah Dina dan mereka asik sekali mengobrol. Aline pun mencoba menghibur diri dengan mengikuti obrolan teman-temannya lagi, ia berharap jika saat ia menengok kearah Dina lagi, ia tidak mendapati Dio ada disebelah Dina lagi, tapi dugaannya salah… saat ia menengok lagi, Dio masih disitu, dan tetap mengobrol bersama Dina, mereka pun sesekali tertawa, begitu asik rasanya…
Aline pun kemudian berdiri dari tempatnya dan berjalan keluar kelas, ia menuju ke balkon dan tanpa ia sadari ia meneteskan air mata yang ia tahan sejak tadi, tak terhingga perasaan apa yang ada di dalam hatinya saat ini, merasa terhianati? Tapi Dio bukan siapa-siapa Aline bukan? Ia tidak boleh marah jika ada seseorang dekat dengan Dio? Tapi bagaimana dengan perasaan yang sudah sangat subur ini? Sedih rasanya hari itu bagi Aline, perih dan sakit.
***
          Walaupun dengan keadaan yang super menyayat hati ini Aline mencoba tegar, ia seakan ingin marah kepada Dina, tapi ia tahan agar hubungannya dengan teman baiknnya ini tidak hancur seperti hatinya saat ini. Tapi apalah daya emosi tak kunjung reda setelah ALine mendapati lagi Dina pulang bersama Dio! Ingin sekali ia marah pada Dina, benar benar ingin! Tapi lagi-lagi ia harus menahan amarahnya ini karna satu alas an yang sangat mulia, walaupun ia tau ia harus mencoba melupakan Dio dan tak perna berharap lagi Dio menyukainya. Karna kenyataannya Dina semakin dkat dengan Dio, dan Aline? Dengan sangat terpaksa harus merelakannya dengan berat hati. Hanya saja Aline ingin sekali megatakan ini  sesuatu pada Dina… ‘lo tau kan gue pernah cerita kalau gue suka dia, gue minta bantuan lo dan lo setuju, tapi kenapa lo malah deket-deket sama orang itu? Gue tau lo masa lalunya, tapi satu hal… lo udah janji buat bantu gue dan lo ingkarin ini semua demi perasaan lo semata, ironis.”

No comments:

Post a Comment